Rumus Film Thailand

Sekarang ini, Thailand memang yahud kalau bikin film atau iklan. Mereka punya satu rumus yang sangat ciamik dan tokcer: Keharuan.

Hambok sekarang lihat saja, banyak iklan-iklan thailand mulai dari iklan asuransi, shampo, bahkan iklan CCTV yang sukses jadi viral karena mampu menguras air mata setiap pemirsa.

Film juga begitu, dengan formula yang sama, Thailand sukses memproduksi banyak film romance (yang walau banyak dipenuhi humor) yang mampu membuat mata merah karena genangan air mata.

Saya sampai tak menyangka, kalau ternyata, dunia perfilm-an Thailand bisa sekeren seperti sekarang ini. Padahal, dulu orang-orang taunya film Thailand itu ya cuma sebatas film Chang Phuan Kaew, Kraithong, dan Nang Nak.

Dan, saya juga tak menyangka, kalau dulu, gara-gara menonton film Thailand berjudul Superhap, saya terpaksa harus kena malu karena kegep sama rekan sesama operator saat saya sedang nangis mimbik-mimbik di pojokan meja operator.




Ciri-ciri portal berita online yang tidak bermutu dilihat dari judul beritanya

Sebenarnya tak terlalu sulit untuk mengetahui ciri-ciri portal berita online yang tidak bermutu. Cukup dengan melihat judul berita yang sering diturunkan.

Pertama, media yang sering menurunkan berita dengan judul yang mangandung kata "heboh". Yakinlah, isi beritanya sebenarnya ndak heboh-heboh amat, justru portal berita itulah yang sedang mencoba membangun kehebohannya sendiri.

Kedua, media yang sering menurunkan berita dengan embel-embel kalimat "menggemparkan netizen", karena sejatinya, ia tipe media yang malas mencari berita bagus dan bermutu, sehingga sejauh yang ia bisa hanyalah mengais berita dengan mengandalkan euforia dari netizen.

Dan Ketiga, media yang sering menggunakan tanda tanya (?) di judul beritanya. Ia adalah media yang goblok dan pandir. Lha gimana ndak, wong wartawannya saja belum yakin dengan beritanya, kok masih saja ditayangkan untuk para pembaca.

Nah, kalau sampeyan ndilalah nemu portal berita dengan ciri-ciri tersebut, nggak usah dibaca apalagi dishare, cukup cari kolom komentarnya, lalu tulis saja: "taek kadal suuu!"




Anomali kata "Beruntung"

Kepcer gambar di bawah ini adalah potongan berita tentang kasus Rendi Anggara, bocah 10 tahun yg kena peluru nyasar polisi saat pengejaran tersangka kasus narkoba di Palembang beberapa waktu yang lalu.



Si polisi padahal sudah diperingatkan warga untuk tak melepaskan tembakan karena di situ banyak anak kecil yg sedang bermain, namun polisi tak mengindahkan peringatan tersebut.

Begitu warga tahu bahwa ada salah satu anak yg tewas terkena peluru nyasar, warga pun kalap dan berusaha mengejar dan mengeroyok polisi goblok tersebut.

Nah, jika dalam berita kebanyakan, kata "beruntung" biasanya dipakai ketika pelaku berhasil diamankan dari amukan massa, maka kali ini justru sebaliknya, kata "beruntung" justru dipakai saat si pelaku tertangkap dan dihajar massa. Elok sekali.

Dan entah kenapa, saya begitu senang membacanya.